Pemulihan Pascabanjir Pidie Jaya Disorot: Aliansi Pemuda dan Pers Desak Aksi Nyata, Publik Tunggu Langkah Konkret Pemkab
MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || PIDIE JAYA, ACEH,RABU,11 FEBRUARI 2026 – Penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya memasuki fase krusial. Namun di tengah harapan percepatan pemulihan, sejumlah elemen masyarakat justru menilai progres di lapangan belum sebanding dengan urgensi kebutuhan warga terdampak.
Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya bersama Aliansi Pers Rehap Rekon menyampaikan evaluasi terbuka terhadap manajemen rehabilitasi yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan teknis dan koordinatif.
Koordinator Aliansi Solidaritas Pemuda Pidie Jaya, Dedi Saputra, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mempercepat langkah konkret, bukan sekadar administratif.
“Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah aksi nyata di lapangan. Pembersihan material banjir, pemulihan akses jalan, dan kepastian bantuan harus terlihat progresnya,” tegas Dedi.
Menurutnya, lambannya penanganan berpotensi memperpanjang beban sosial dan ekonomi warga.
Manajemen Lapangan Jadi Sorotan
Wakil Ketua Distrik Aliansi Pers Rehap Rekon Pidie Jaya, Hambali (Apa Lambak), secara khusus menyoroti efektivitas pengerahan sumber daya, termasuk alat berat yang dinilai belum optimal dalam percepatan pembersihan wilayah terdampak.
“Secara prinsip, sumber daya tersedia. Tetapi yang dipertanyakan adalah efektivitas koordinasi dan manajemen operasionalnya. Jika dikelola dengan sistematis, hasilnya pasti lebih cepat dan terukur,” ujarnya.
Aliansi juga mengingatkan pentingnya transparansi penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Dalam situasi bencana, menurut mereka, akuntabilitas menjadi fondasi kepercayaan publik.
“Transparansi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan setiap rupiah benar-benar berdampak bagi warga,” tambah Hambali.
Huntara dan Realitas Lapangan
Di sisi lain, hasil pantauan lapangan menunjukkan sebagian warga memilih bertahan membersihkan rumah mereka sendiri dibanding menempati hunian sementara (huntara) yang telah dibangun.
Fakta ini menjadi catatan penting agar kebijakan penanganan lebih adaptif terhadap kebutuhan riil masyarakat, bukan semata berbasis asumsi administratif.
Ramadhan di Depan Mata, Warga Butuh Kepastian
Dengan bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, tekanan percepatan semakin menguat. Aliansi menilai momentum ini menjadi ujian empati dan efektivitas tata kelola pemerintah daerah.
Mereka mendesak:
Percepatan pembersihan dan pemulihan infrastruktur dasar
Pembaruan dan validasi data penerima bantuan
Percepatan distribusi anggaran agar tepat sasaran
“Ramadhan seharusnya menjadi momentum pemulihan, bukan memperpanjang ketidakpastian,” tegas perwakilan Aliansi.
Respons Pemerintah: Komitmen dan Tahapan Bertahap
Menanggapi kritik tersebut, Bupati Pidie Jaya menegaskan bahwa pemerintah daerah terus bekerja sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku.
“Kami menerima setiap masukan sebagai bagian dari kontrol sosial. Proses rehabilitasi berjalan sesuai prioritas dan kemampuan anggaran. Semua penggunaan dana dilakukan secara akuntabel,” ujar Bupati.
Ia juga memastikan bahwa dana BTT dikelola sesuai mekanisme pengawasan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya Menyatakan pemerintah terbuka terhadap sinergi dengan pemuda dan insan pers dalam mengawal percepatan pemulihan.
“Kami tidak anti kritik. Justru kolaborasi semua pihak akan mempercepat proses ini,” katanya.
Terkait hunian sementara, pemerintah menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan sebagai langkah antisipatif bagi warga dengan kerusakan berat, sembari menunggu verifikasi data final.
Publik Menanti Pembuktian
Situasi pascabanjir Pidie Jaya kini tidak hanya soal rehabilitasi fisik, tetapi juga ujian tata kelola dan responsivitas kepemimpinan daerah.
Aliansi telah menyampaikan kritik.
Pemerintah telah menyatakan komitmen.
Kini, yang dinanti publik adalah pembuktian di lapangan — percepatan yang terukur, transparansi yang terbuka, dan pemulihan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
~Reporter Perss Kompas.sbs.-Aceh -Novi Karno
~Sumber -Irwansyah Aceh
~RedaksiNasional-KOMPAS.SBS.

