INDRAMAYU, Kompas.sbs – Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Indramayu pada Kamis (2/4/2026) berujung ricuh setelah sebagian massa demonstran meluapkan kekecewaan dengan merusak sejumlah fasilitas umum.
Kericuhan dipicu oleh ketidakpuasan massa yang merasa tidak mendapatkan respons langsung dari Lucky Hakim, yang dinilai tidak hadir untuk menemui dan mendengarkan tuntutan mereka. Ketiadaan kepala daerah di tengah aksi tersebut memicu emosi sebagian peserta demonstrasi hingga situasi yang semula kondusif berubah menjadi memanas.
Seiring meningkatnya tensi, aksi perusakan terjadi di sejumlah titik area alun-alun. Beberapa fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya kursi taman, pagar pembatas, tempat sampah, lampu hias, hingga pot bunga. Tidak hanya itu, papan informasi serta ornamen bola yang menjadi salah satu ikon kawasan tersebut juga turut terdampak.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat. Pasalnya, fasilitas yang dirusak merupakan aset publik yang dibangun untuk kepentingan bersama dan dinikmati oleh seluruh warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait insiden tersebut maupun keberadaan Bupati saat aksi berlangsung.
Masyarakat berharap ke depan jalur komunikasi antara pemerintah dan warga dapat berjalan lebih baik, sehingga penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara kondusif tanpa menimbulkan kerugian bagi kepentingan umum.
( Saimin )

