Top 5 This Week

Related Posts

Puskesmas Batutua Hanya Miliki Satu Dokter, Pelayanan 25 Ribu Warga Jadi Sorotan

ROTE NDAO | KOMPAS.SBS – Keterbatasan tenaga dokter di Puskesmas Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, dikeluhkan masyarakat karena dinilai berpotensi memengaruhi pelayanan kesehatan.

Keluhan tersebut mendapat pembenaran dari Dokter Puskesmas Batutua, Aldrin Muskananfolla. Ia mengakui bahwa saat ini Puskesmas Batutua memang mengalami kekurangan tenaga dokter.

Aldrin mengatakan, dirinya mulai bertugas di Puskesmas Batutua sejak 1 Agustus 2026. Dengan jumlah penduduk wilayah pelayanan yang mencapai sekitar 25.000 jiwa, ia menilai beban pelayanan yang harus ditangani seorang dokter cukup berat.

“Kalau kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter, memang kurang. Kalau kita bicara data riil, saya keteteran,” ujar Aldrin saat dikonfirmasi media.

Menurut dia, berdasarkan data kepesertaan BPJS yang menjadi salah satu acuan dalam kredensialing, jumlah peserta aktif di wilayah tersebut mencapai sekitar 22.000 orang. Dengan ketentuan satu dokter menangani sekitar 5.000 pasien, kebutuhan tenaga dokter di Puskesmas Batutua masih belum terpenuhi.

Beban pelayanan juga tidak hanya berlangsung di ruang poli. Aldrin menjelaskan, dalam satu hari dirinya harus menangani pelayanan di Puskesmas sekaligus menjalankan pelayanan luar gedung melalui Puskesmas keliling.

Selain itu, dokter juga harus menjalankan pelayanan UKGS di sekolah, menangani pasien di unit gawat darurat (UGD), pelayanan USG, VK atau ruang persalinan, serta pasien rawat inap.

“Rata-rata harian poliklinik di Puskesmas, bahkan pada hari Senin, bisa sampai 80-an pasien. Belum lagi saya harus memegang UGD, USG, VK, dan rawat inap,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Aldrin, membuat dirinya harus bekerja dengan waktu pelayanan yang cukup panjang. Ia mengaku tetap dipanggil ketika terdapat pasien dalam kondisi gawat di luar jam kerja.

“Pagi saya datang ke Puskesmas dan pulang lagi. Kalau siang, sore, atau malam ada pasien gawat, saya datang. Jam tidur saya sangat terganggu,” ujarnya.

Aldrin menyebutkan, persoalan kekurangan tenaga dokter tersebut juga telah disampaikannya dalam rapat lintas sektor bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Maria Isabela, S.KM, MPH., membenarkan kondisi tersebut. Saat ini, Puskesmas Batutua hanya memiliki satu orang dokter dan masih membutuhkan tambahan tenaga dokter umum.

“Kondisi di Puskesmas Batutua saat ini dokter sebanyak satu orang dan masih membutuhkan tambahan tenaga dokter umum,” demikian keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mengambil langkah dengan mengusulkan tambahan tenaga dokter kepada Kementerian Kesehatan.

Usulan tersebut diajukan agar Puskesmas Batutua dapat memperoleh tambahan dokter melalui Program Penugasan Khusus.

Kekurangan tenaga dokter di Puskesmas Batutua kini menjadi perhatian karena fasilitas kesehatan tersebut menjadi salah satu pintu utama pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Rote Barat Daya.

Masyarakat berharap usulan penambahan tenaga dokter tersebut dapat segera mendapat tindak lanjut sehingga beban pelayanan tidak hanya bertumpu pada satu dokter dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal.

Persoalan ini sekaligus menunjukkan pentingnya pemerataan tenaga kesehatan hingga tingkat fasilitas pelayanan kesehatan di daerah, terutama pada wilayah dengan jumlah penduduk dan beban pelayanan yang cukup besar.

Popular Articles