Senin, Oktober 19, 2026
HARGA IKLAN
Beranda Berita Pertalite Langka di Kupang, Antrean Mengular di SPBU dan Ojol Menjerit

Pertalite Langka di Kupang, Antrean Mengular di SPBU dan Ojol Menjerit

0
40
KUPANG, Kompas.sbs— Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan memukul perekonomian warga, terutama para pengemudi ojek online (ojol).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke jalan raya. Kelangkaan ini membuat aktivitas transportasi dan mobilitas warga terganggu karena harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM bersubsidi.
Ojol Terpaksa Beralih ke Pertamax
Dampak paling nyata dirasakan oleh para pekerja sektor informal seperti pengemudi ojol. Kesulitan mendapatkan Pertalite memaksa mereka merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Pertamax agar tetap bisa bekerja.
“Kami merasa sangat tersiksa. BBM itu urat nadi kami untuk jalankan orderan. Kalau terpaksa pakai Pertamax, penghasilan kami turun drastis karena selisih harganya jauh,” ujar Apeng, pengemudi ojol di pangkalan Taman Nostalgia (Tamnos) Kupang.
Ia menambahkan, pembengkakan biaya operasional ini sangat memberatkan di tengah tuntutan kebutuhan keluarga dan cicilan bulanan yang harus dibayar.
Desakan Kepada Pemerintah dan Pertamina
Masyarakat mendesak Pemerintah Daerah dan Pertamina Patra Niaga untuk segera turun tangan. Warga meminta adanya transparansi mengenai kuota distribusi dan pengawasan ketat di setiap SPBU agar tidak terjadi penimbunan atau salah sasaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti tersendatnya pasokan Pertalite di wilayah Kota Kupang. Warga berharap pasokan dapat segera dinormalisasi dalam waktu dekat agar roda perekonomian kembali berjalan lancar.