Top 5 This Week

Related Posts

Batik Tulungagung Jadi Ikon Hari Batik Nasional 2026

 

​SURABAYA.KOMPAS.SBS — Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, sarimbit bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung, Drs. Tri Hariadi, M.Si., sarimbit menghadiri pembukaan Jatim Fest 2026 dan East Java Investment Forum (EJIF) 2026. Acara bertaraf regional tersebut diselenggarakan di Grand City Ballroom Surabaya pada Jumat (2/10/2026).

​Rangkaian kegiatan megah ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pembukaan acara dilakukan secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ph.D., yang menandai dimulainya pameran investasi, ekonomi kreatif, dan kebudayaan daerah.

​Momentum pembukaan ajang ini menjadi sangat membanggakan karena bertepatan langsung dengan peringatan Hari Batik Nasional. Kreasi Batik Tulungagung secara khusus ditempatkan sebagai tema utama perayaan batik tingkat Jawa Timur oleh Yayasan Batik Indonesia. Pencapaian ini mengukir sejarah tersendiri karena menjadi kali pertama perayaan tersebut digelar di luar Jakarta dengan mengangkat keindahan serta keunikan motif khas Tulungagung.

​Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. Adhy Karyono, menyampaikan apresiasi khusus atas terpilihnya Batik Tulungagung sebagai ikon perayaan Hari Batik Nasional 2026 di Jawa Timur. Hal ini mempertegas eksistensi karya perajin lokal yang mampu bersaing dan menginspirasi di panggung kebudayaan tingkat provinsi maupun nasional.

​Selain perayaan nilai-nilai kebudayaan, agenda EJIF 2026 menjadi sarana strategis percepatan ekonomi daerah dengan menawarkan 28 Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang bernilai total Rp 73,77 triliun. Hasil positif langsung diraih pada hari pembukaan, di mana sebanyak 11 Nota Kesepahaman (MoU) kontrak konkret senilai Rp 2,4 triliun berhasil dibukukan secara resmi.

​Dalam penyampaian arah strategisnya, Wakil Gubernur Emil Dardak menekankan dua fokus utama pembangunan perekonomian daerah, yakni penguatan ekosistem manufaktur dan percepatan hilirisasi agro. Kebijakan ini dinilai sangat krusial untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi bagi produk-produk hasil pertanian lokal sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat.

​Merespons potensi besar tersebut, Plt. Bupati Tulungagung menegaskan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan para pemangku kepentingan. Pemkab Tulungagung berkomitmen aktif dalam menjemput peluang investasi baru yang ramah usaha.

​Di samping itu, Pemkab Tulungagung terus terpacu untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif lokal agar semakin mandiri dan berdaya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun kancah internasional(an)

Popular Articles