BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS
JUNAIDI, DARI SERAGAM BRIMOB HINGGA AMANAH DI KUTA BARO
Meniti Pengabdian dengan Ketegasan, Ilmu, Adab dan Kepedulian kepada Masyarakat
BANDA ACEH – KOMPAS.SBS | Tidak semua perjalanan pengabdian dapat dirangkum hanya melalui daftar jabatan. Sebab di balik sebuah pangkat dan seragam, ada proses panjang yang dibentuk oleh pengalaman, pendidikan, tanggung jawab serta perjumpaan dengan masyarakat.
Kisah itu tercermin dalam perjalanan Iptu Dr. Junaidi, M.S.M., M.H., sosok perwira Polri yang kini memasuki babak baru pengabdiannya sebagai Kapolsek Kuta Baro Polresta Banda Aceh.
Pada 1 Oktober 2026, Junaidi resmi mengikuti serah terima jabatan di jajaran Polresta Banda Aceh. Ia dipercaya menggantikan AKP Firmansyah yang mendapat penugasan baru di lingkungan Polda Aceh. Sebelum menduduki jabatan Kapolsek Kuta Baro, Junaidi bertugas sebagai Kasubsi Basidik Sikorwas PPNS Ditreskrimsus Polda Aceh.
Namun, bagi Junaidi, pergantian jabatan bukan sekadar perubahan tempat bertugas.
Ini adalah amanah baru.
Dan setiap amanah membawa konsekuensi: hadir, melayani, menjaga keamanan serta membangun kepercayaan masyarakat.
Dari Sabang, Membawa Pengalaman Penegakan Hukum
Nama Junaidi sebelumnya cukup dikenal di Kota Sabang ketika dipercaya menjalankan tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Sabang.
Dalam menjalankan fungsi tersebut, ia berada di garis depan penanganan berbagai persoalan hukum. Pada awal 2026, misalnya, Junaidi menyampaikan perkembangan sejumlah kasus pencurian yang ditangani Polres Sabang. Ia menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat dan memberikan rasa aman kepada warga maupun wisatawan.
Dalam persoalan kejahatan siber, Junaidi juga pernah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap modus penipuan daring dan perjudian online, termasuk tidak sembarangan membuka tautan atau mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.
Dari sana terlihat satu sisi perjalanan pengabdiannya:
hukum harus ditegakkan, tetapi masyarakat juga harus terus diberikan pemahaman.
Tidak Hanya Bicara Hukum, Tetapi Juga Generasi
Yang menarik dari perjalanan Junaidi adalah perhatian terhadap ruang yang berada di luar tugas penegakan hukum.
Di tengah aktivitas kedinasan, ia juga memiliki perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Rumah Tahfiz Raudhatul Qur’an di Kuta Baro, Aceh Besar, tercatat pernah dipimpin oleh Junaidi. Pada November 2024, tempat tersebut menjadi lokasi kegiatan santunan kepada 30 anak yatim yang dilaksanakan Dewan Pengurus Korpri Polda Aceh.
Keterlibatan tersebut memberi warna tersendiri dalam perjalanan seorang anggota Polri.
Sebab membangun keamanan bukan hanya berbicara mengenai bagaimana menangani pelanggaran setelah terjadi, tetapi juga bagaimana ikut membangun lingkungan sosial yang sehat sejak awal.
Penegakan hukum menyentuh persoalan hari ini. Pendidikan dan pembinaan menyentuh masa depan.
Kualitas Harus Berjalan Bersama Adab dan Etika
Dalam menyambut amanah barunya di Kuta Baro, Junaidi juga menempatkan adab, etika dan silaturahmi sebagai bagian penting dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa profesionalitas dalam menjalankan tugas perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai tersebut. Ia juga meminta dukungan dan doa masyarakat agar dapat menjalankan amanah sebagai Kapolsek Kuta Baro dengan sebaik-baiknya.
Pesan itu menjadi penting.
Karena masyarakat tidak hanya membutuhkan aparat yang memahami aturan, tetapi juga membutuhkan ruang komunikasi yang baik.
Masyarakat ingin didengar.
Masyarakat ingin dilayani.
Dan masyarakat tentu berharap hukum hadir secara profesional, proporsional dan sesuai ketentuan.
Kuta Baro, Halaman Baru Pengabdian
Kini, pengalaman Junaidi dari berbagai ruang tugas menjadi bekal dalam menjalankan amanah di wilayah hukum Polsek Kuta Baro.
Sebagai Kapolsek, tantangan yang dihadapi tentu tidak hanya berkaitan dengan persoalan kriminalitas.
Ada keamanan lingkungan.
Ada ketertiban masyarakat.
Ada pembinaan generasi muda.
Ada persoalan sosial.
Ada kebutuhan membangun komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur gampong dan seluruh elemen masyarakat.
Di sinilah kepemimpinan di tingkat Polsek menjadi sangat dekat dengan denyut kehidupan warga.
Kapolsek bukan hanya pejabat yang berada di balik meja. Ia adalah wajah kepolisian yang paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, pengalaman lapangan, kemampuan komunikasi dan pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Jabatan Boleh Berganti, Pengabdian Jangan Berhenti
Perjalanan Junaidi memperlihatkan bahwa karier seorang polisi tidak berhenti pada satu jabatan.
Dari pengalaman tugas di Sabang, penanganan perkara, pembinaan masyarakat, aktivitas pendidikan dan sosial, hingga penugasan di Ditreskrimsus Polda Aceh, semuanya menjadi bagian dari perjalanan menuju amanah baru.
Kini, Kuta Baro menjadi halaman berikutnya.
Bukan untuk menghapus perjalanan sebelumnya, tetapi untuk melanjutkannya.
Sebab ukuran pengabdian bukan semata-mata di mana seseorang ditempatkan, melainkan bagaimana amanah itu dijalankan setelah ia dipercaya.
Junaidi kini datang dengan pengalaman.
Datang dengan ilmu.
Datang dengan tugas.
Dan yang tidak kalah penting, datang dengan pesan yang ia sampaikan sendiri: adab, etika dan silaturahmi harus berjalan bersama profesionalitas.
Maka perjalanan itu kini berlanjut.
Dari Sabang menuju Kuta Baro.
Dari penegakan hukum menuju pelayanan masyarakat.
Dari pengalaman menuju amanah baru.
Dan di tempat tugas yang baru itu, masyarakat akan menjadi bagian penting dari bab berikutnya dalam perjalanan pengabdian Iptu Dr. Junaidi, M.S.M., M.H.
Karena pada akhirnya, seragam menunjukkan kewenangan—tetapi sikap, keteladanan dan pelayananlah yang meninggalkan kesan di tengah masyarakat.
Rilis Pers (Wartawan Media Kompas.sbs -Wilayah Sabang : MJ Novi Karno)

