Lansir Kompas.sbs
Ogan Ilir — Pemerhati Kebijakan Publik, Budi Rizkiyanto, mengapresiasi penegasan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bahwa keberhasilan Polri tidak cukup diukur dari penghargaan, tetapi dari rasa aman, kepastian hukum, kualitas pelayanan, dan kepercayaan masyarakat.
Namun Budi mengingatkan, pesan tersebut harus benar-benar diwujudkan hingga ke tingkat paling bawah.
«“Penghargaan adalah apresiasi, tetapi kepercayaan publik adalah amanah. Jangan sampai prestasi di atas kertas tidak sejalan dengan pengalaman masyarakat ketika mencari keadilan dan pelayanan kepolisian.”»
Menurut Budi, setiap laporan dan keluhan masyarakat harus ditangani secara profesional, transparan, proporsional, dan berdasarkan hukum. Pengawasan internal maupun eksternal juga harus berjalan efektif agar tidak ada masyarakat yang merasa laporannya berhenti tanpa kepastian.
“Ukuran akhirnya sederhana: apakah masyarakat mendapatkan rasa aman, kepastian hukum dan pelayanan yang adil. Di situlah kepercayaan publik benar-benar diuji,” tegasnya.
Budi berharap arahan Kapolri menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polri agar penghargaan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi momentum memperkuat integritas, profesionalisme, dan pelayanan publik.
(Narasumber : Budi RizkiYanto,kontrol sosial,pengamat)
(SETHO KOMPAS.SBS)

