Top 5 This Week

Related Posts

Karhutla PALI Capai 185 Kejadian, Sespimen Polri Dorong Penguatan Deteksi Dini

 

 

753 Hotspot Terdeteksi di PALI, Sespimen Polri Bahas Strategi Mitigasi Karhutla

PALI – Peserta Didik Sespimen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 menggelar Forum Group Discussion (FGD) strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis masyarakat di Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (11/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Praktek Kuliah Kerja Profesi (KKP) Peserta Didik Sespimen Polri. FGD membahas kondisi kerawanan karhutla di PALI, termasuk langkah deteksi dini, penanganan kebakaran hingga pemantauan kualitas udara.

Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK., melalui Kabag Ops Polres PALI Kompol Andri Noviansyah, S.Kom., mengatakan kondisi geografis PALI memiliki sejumlah wilayah yang berpotensi rawan karhutla, terutama kawasan dengan karakteristik lahan gambut dan lahan basah.

“Pada musim kemarau, cuaca ekstrem dapat meningkatkan potensi kekeringan serta penumpukan bahan bakar vegetasi kering sehingga meningkatkan risiko terjadinya Karhutla,” kata Kompol Andri dalam paparan FGD.

Berdasarkan data yang dipaparkan, periode Mei hingga September 2026 tercatat 753 titik hotspot terdeteksi melalui satelit. Selain itu, terdapat 185 kejadian kebakaran yang dilaporkan dengan luas lahan terdampak atau terbakar mencapai sekitar 346,8 hektare.

Menurutnya, keterbatasan aksesibilitas menuju sejumlah lokasi juga menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Karena itu, kesiapsiagaan personel, pemantauan ketat dan respons cepat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas.

“Deteksi dini dan ground check, pemadaman dan pendinginan, serta pemantauan pasca-padam menjadi fokus utama dalam penanganan Karhutla,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemantauan kualitas udara juga menjadi bagian penting dalam mitigasi dampak karhutla terhadap masyarakat. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) perlu dipantau secara berkala, khususnya di wilayah yang terdampak asap.

“Apabila kualitas udara mengalami penurunan, perlu dilakukan koordinasi dengan instansi terkait dan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi dampak terhadap masyarakat,” katanya.

FGD tersebut turut dihadiri Asisten II Pemkab PALI Rizal Pahlevi AP, Asisten III Haryono, Kasat Binmas AKP Hendriadi, Kasat Intelkam IPTU Febriansyah, Kasihumas IPTU Thomson Angka Wibawa, Paur Subbagdalops IPDA Mujito serta perwakilan Kodim 0404 Muara Enim Kapten Sulardi.

Usai kegiatan, Peserta Didik Sespimen Polri menyerahkan plakat kepada Pemerintah Kabupaten PALI. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.

FGD ini menjadi bagian dari proses pendidikan Sespimen Polri untuk meningkatkan kemampuan analisis, manajerial dan kepemimpinan melalui pengamatan langsung terhadap dinamika tugas di wilayah.

Popular Articles