Top 5 This Week

Related Posts

Teror 30 September Mengintai: “Lobang Buaya” Bongkar Dosa di Balik Kuburan Sejarah

JAKARTA, Kompas.Sbs — Ketika sejarah menjadi sesuatu yang enggan dibicarakan, rasa takut justru menemukan jalannya sendiri. Film “Lobang Buaya” mencoba membuka kembali ruang gelap tersebut melalui horor yang tidak hanya mengandalkan penampakan, tetapi juga misteri pembunuhan, kekuasaan, ketamakan, dan luka sosial.

Menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026, film garapan sutradara sekaligus penulis Hanung Bramantyo itu resmi memperkenalkan official trailer dan final poster,Materi terbaru tersebut menjadi pintu masuk untuk melihat teror yang terjadi di sebuah desa setahun sebelum pecahnya peristiwa kelam 1965.

Diproduksi Adhya Pictures bersama Dapur Film, “Lobang Buaya” menempatkan sosok Letnan Soegeng, diperankan Baskara Mahendra, sebagai karakter yang harus mengurai rangkaian pembunuhan misterius di Desa Lobang Buaya.

Bukan pembunuhan biasa,Para korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan punggung berlubang, sementara tubuh mereka menjadi semacam papan pesan melalui kata-kata sindiran seperti Tamak, Lamis, dan Maruk,Di tengah ketakutan warga, muncul rumor mengenai sosok “Hantu Bolong” yang membuat suasana desa semakin mencekam.

Namun penyelidikan Soegeng justru membuka persoalan yang jauh lebih besar, Teror ternyata tidak hanya mengepung desa,Kehidupan rumah tangganya ikut diguncang ketika Arum Wangi, yang diperankan Carissa Perusset, mulai mengalami gangguan dari arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan.

Panggilan “Ronggeng” yang diarahkan kepada Arum perlahan menghubungkan teror tersebut dengan sebuah ritual gelap, Misteri pembunuhan dan gangguan supranatural kemudian bergerak menuju satu pertanyaan besar: siapa sebenarnya dalang di balik semua kekacauan itu?
Final poster film ini pun sengaja memperkuat teka-teki tersebut, Visual sebuah tangan misterius yang muncul dari punggung berlubang seorang perempuan menjadi gambaran kasar mengenai kengerian yang menanti penonton,Sementara trailer membawa penonton mengikuti langkah Soegeng dalam mencari motif dan pelaku pembunuhan yang terjadi setiap tanggal 30.

Bagi Hanung Bramantyo, horor dalam film ini bukan semata-mata urusan hantu, Ketakutan digunakan sebagai bahasa untuk berbicara mengenai persoalan yang lebih dalam—ketidakadilan, kekuasaan, korupsi, hingga tindakan manusia yang saling menindas.

Pendekatan tersebut membuat “Lobang Buaya” tidak berhenti sebagai tontonan horor,Film ini berusaha mempertemukan teror supranatural dengan kegelisahan sejarah, sekaligus mengajak penonton mempertanyakan batas antara korban, pelaku, dan mereka yang memilih diam.

Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, dan Mathias Muchus menjadi bagian dari jajaran pemeran film yang dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

Dengan latar waktu yang ditempatkan hanya setahun sebelum tragedi 1965, “Lobang Buaya” tampaknya sengaja bermain di wilayah yang sensitif: ketika sejarah, mitos, dan horor bertemu dalam satu ruang, siapa yang sebenarnya sedang diburu—hantu, pembunuh, atau dosa manusia itu sendiri?

Popular Articles