KOMPAS.SBS | ROTE NDAO – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Zona 1 Tahap 2 di Gereja Imanuel Lakamola, Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Jumat (07/08/2026).
Konsultasi publik tersebut digelar untuk membuka ruang komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait rencana pembangunan kawasan sentra industri garam nasional di Kabupaten Rote Ndao.
Dalam kegiatan itu, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri garam harus melibatkan masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar kawasan pembangunan.
Masyarakat tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Mereka harus diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, serta berbagai hal yang berkaitan dengan rencana pembangunan yang berpotensi memengaruhi ruang hidup dan aktivitas ekonomi mereka.
“Setiap rencana pembangunan yang menyentuh ruang hidup masyarakat harus dibicarakan secara terbuka, sehingga masyarakat bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam prosesnya,” kata perwakilan pemerintah dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah menilai Kabupaten Rote Ndao memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan industri garam nasional.
Kondisi geografis dan iklim Rote Ndao dinilai mendukung pengembangan produksi garam. Potensi tersebut dinilai perlu dikelola secara serius agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan dan kemandirian garam nasional.
Meski demikian, pembangunan kawasan industri garam tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan produksi dan menarik investasi.
Pemerintah menekankan pentingnya memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat langsung dari keberadaan kawasan tersebut.
Manfaat itu antara lain peningkatan kesejahteraan petani garam, terbukanya lapangan pekerjaan, serta munculnya peluang usaha baru bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Konsultasi publik juga menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan mengenai rencana pembangunan kawasan sentra industri garam nasional.
Pemerintah berharap seluruh tahapan pembangunan dilakukan secara transparan dan partisipatif dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.
“Kita ingin Rote Ndao tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil garam, tetapi mampu menjadi salah satu pusat industri garam nasional yang dikelola secara modern, produktif, berkelanjutan, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyatakan akan terus mengawal proses pembangunan tersebut agar potensi garam yang dimiliki daerah dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Pengembangan kawasan sentra industri garam nasional diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai industri garam.
Dengan demikian, pembangunan kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao.
