Top 5 This Week

Related Posts

Siswa Secata TNI AD Asal Nias Ditemukan Meninggal di Rindam I/BB Pematangsiantar

 

Kompas SBS – PEMATANGSIANTARĀ 

Duka cita menyelimuti keluarga besar Kodam I/Bukit Barisan setelah seorang siswa Sekolah Calon Tamtama (Secata) ditemukan meninggal dunia di lingkungan Resimen Induk Kodam (Rindam) I/Bukit Barisan, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Almarhum merupakan siswa baru yang baru empat hari menjalani pendidikan militer.

Identitas almarhum diketahui bernama Genial Gavensi Gulo (21), putra asli Desa Laloanna I, Kecamatan Maro’o, Kabupaten Nias Barat. Ia tercatat sebagai Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026.

Kronologi Penemuan Jenazah

Peristiwa memilukan ini terungkap pada Senin (20/7/2026). Sekitar pukul 04.00 WIB, almarhum diketahui tidak hadir dalam kegiatan senam pagi rutin. Menyadari hal tersebut, satuan segera melakukan pengecekan kehadiran dan pencarian di seluruh area Secata Rindam I/BB.

Pencarian berakhir tragis pada pukul 10.25 WIB. Jenazah almarhum ditemukan dalam kondisi tergantung di salah satu pohon di area belakang kompleks Secata Rindam I/BB. Saat ditemukan, almarhum telah dinyatakan meninggal dunia.

Hasil Investigasi dan Autopsi

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Investigasi Kodam I/BB yang terdiri dari gabungan Staf Intelijen, Polisi Militer Daerah (Pomdam), Kesehatan Daerah (Kesdam), Hukum Daerah (Kumdam), serta Detasemen Intelijen Dam, bersama tim forensik RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar, segera turun tangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan otopsi yang dilakukan dengan persetujuan keluarga, disimpulkan bahwa penyebab kematian almarhum adalah akibat gantung diri. Tim medis juga menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, dalam keterangan resminya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum.

“Kami berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Dari hasil penyelidikan awal, almarhum dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Motif atau penyebab mendalam masih terus didalami oleh tim investigasi,” ujar Kolonel Inf Sandy.

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati privasi keluarga yang berduka dan menghindari spekulasi liar yang dapat memperkeruh suasana.

Sementara itu, Danrindam I/BB, Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti, menambahkan bahwa penemu jenazah adalah salah seorang pelatih. “Dia baru empat hari menjalani pendidikan. Kami akan terus mendalami penyebab kejadian ini secara tuntas,” katanya.

Pemulangan Jenazah dan Sorotan Keluarga

Proses pemulangan jenazah dilakukan pada Selasa (21/7/2026) pukul 11.00 WIB dari RSUD Dr. Djasamen Saragih menuju kampung halaman almarhum di Nias Barat menggunakan ambulans. Jenazah tiba di rumah duka pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Meskipun pihak TNI telah merilis hasil otopsi yang menyatakan tanpa unsur kekerasan, kedatangan jenazah di Nias Barat sempat menimbulkan sorotan. Keluarga dan masyarakat setempat melaporkan adanya kejanggalan fisik pada tubuh almarhum saat diperiksa di rumah duka. Hal ini memicu desakan agar penyelidikan dilakukan secara lebih transparan dan tuntas untuk menghilangkan keraguan publik.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kodam I/BB menegaskan bahwa tim investigasi tetap terbuka dan terus bekerja sesuai prosedur hukum yang berlaku untuk mengungkap motif di balik tindakan almarhum. Hingga berita ini diturunkan, proses pendampingan psikologis bagi rekan-rekan siswa dan evaluasi internal di lingkungan pendidikan terus dilakukan oleh jajaran Rindam I/BB.

Pewarta Warianto

Popular Articles