KALIGINTUNG, KOMPAS.SBS – Jumat sore, 03 Juli 2026, suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman H. Kuswanto SH. M.Si di Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh. Keluarga besar menggelar acara Meling/Mendhak yang ke-2, bertepatan dengan genap dua tahun berpuluhnya ayahanda tercinta.

Acara yang dihadiri oleh Kyai Desa, tetangga, serta kerabat dekat ini berlangsung penuh kekhusyukan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. Seluruh hadirin berkumpul memohonkan ampunan, ketenangan, dan tempat terbaik bagi almarhum di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mendoakan keselamatan dan kebaikan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Simbol Makanan Penuh Makna Filosofis
Sebagai wujud penghormatan dan mempererat tali silaturahmi, seluruh tamu disuguhi hidangan serta pembagian berkat sebagai bentuk sedekah. Di meja penyajian tersusun rapi berbagai sajian yang menyimpan pesan mendalam:

– Jenang/Bubur Nasi Merah dan Putih: Melambangkan kesucian hati serta keberanian menghadapi lika-liku kehidupan.
– Aneka Hasil Bumi dan Jajanan Pasar: Ungkapan rasa syukur tulus atas limpahan rezeki dan kemakmuran yang dikaruniakan Sang Pencipta.

– Kembang Mawar dan Melati: Simbol harapan agar nama baik almarhum senantiasa harum dikenang, dan keluarga senantiasa dalam kebajikan dan kemuliaan
Melestarikan Warisan Nilai Bakti
Bagi H. Kuswanto SH. M.Si, tradisi Meling merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat setempat yang dijalankan sebagai wujud nyata bakti anak kepada orang tua yang telah tiada. Lebih dari sekadar ritual, tradisi ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang dan doa tak terputus oleh kematian, serta menjadi sarana memperkuat persaudaraan antarwarga.

Kehadiran warga dan tokoh agama pada kesempatan ini semakin menegaskan bahwa nilai-nilai luhur budaya lokal masih terjaga erat di tengah masyarakat Desa Kaligintung. Semoga doa yang terpanjat menjadi cahaya penerang bagi almarhum, dan persaudaraan yang terjalin semakin kokoh.
(SBE)

