BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS.
Dr. Junaidi Apresiasi Langkah Humanis Kapolda Aceh dalam Mendukung Rumah Tahfiz Anak Kurang Mampu
MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
Dr. Junaidi, M.S.M., M.H
Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) STAI Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon – Aceh Utara
KOMPAS.SBS.-NEWS || Banda Aceh — 27 Mei 2026 || Dr. Junaidi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Aceh atas kepedulian dan komitmennya dalam mendukung pengembangan rumah tahfiz bagi anak-anak kurang mampu di Aceh.
Menurut Dr. Junaidi, perhatian yang diberikan Kapolda Aceh tersebut merupakan langkah humanis dan bentuk nyata keberpihakan terhadap pendidikan keagamaan serta masa depan generasi muda Aceh yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Dukungan terhadap rumah tahfiz memiliki makna yang sangat besar. Ini bukan hanya tentang membantu pendidikan anak-anak kurang mampu, tetapi juga tentang membangun masa depan Aceh melalui lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak, berilmu, dan memiliki karakter Islami yang kuat,” ujar Dr. Junaidi.
Ia menilai, keberadaan rumah tahfiz selama ini telah menjadi salah satu benteng moral dalam membina generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif perkembangan zaman, sekaligus memperkuat identitas Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi syariat Islam dan budaya religius.
Menurutnya, kepedulian Kapolda Aceh terhadap anak-anak penghafal Al-Qur’an menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada aspek intelektual semata, tetapi juga harus dibangun melalui penguatan spiritual dan akhlak.
“Anak-anak tahfiz adalah cahaya masa depan Aceh. Ketika mereka diberikan perhatian dan dukungan, maka sesungguhnya kita sedang menanam investasi moral dan spiritual untuk melahirkan generasi yang mampu menjaga agama, daerah, dan bangsa,” tambahnya.
Dr. Junaidi juga berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, ulama, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat dalam mendukung keberlangsungan rumah tahfiz, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan agama secara layak.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an harus menjadi gerakan bersama demi menjaga nilai-nilai keislaman dan memperkuat persatuan sosial di tengah tantangan modernisasi saat ini.
“Semoga langkah mulia ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus peduli terhadap pendidikan generasi Qur’ani. Sebab, kemajuan Aceh tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari lahirnya generasi yang beriman, berakhlak, dan cinta terhadap Al-Qur’an,” tutupnya.
-Reporter/Perss Media KOMPAS.SBS.-Wilayah Aceh : MJ Novi Karno
-Sumber/Photo : Waled Aceh
-Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

