Kompas SBS – DELI SERDANG
Langit malam itu memang tidak bersahabat. Guyuran hujan deras sempat membasahi jalanan Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa malam. Namun, air hujan sama sekali tidak mampu memadamkan api semangat warga. Justru, antusiasme masyarakat untuk menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah semakin membara dalam kegiatan Gema Takbir dan Karnaval Pawai Obor.
Tradisi tahunan yang telah menjadi ikon desa ini tetap berlangsung khidmat dan meriah. Ribuan warga dari berbagai dusun tumpah ruah ke jalan utama, memadati rute pawai sambil membawa obor yang menyala terang. Cahaya api-obor yang berpadu dengan gema takbir “Allahu Akbar” yang menggema menciptakan suasana religius yang menyentuh hati, meski tubuh mereka basah kuyup.
Simbol Kebersamaan dan Syiar
Kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol kuatnya ukhuwah islamiyah dan gotong royong di desa tersebut. Penjabat (Pj) Kepala Desa Tandem Hilir I, jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh agama dan masyarakat, turut hadir membaur bersama warga.
Salah satu panitia pelaksana mengungkapkan rasa bangganya melihat respons masyarakat. “Meskipun hujan turun deras, semangat masyarakat tetap luar biasa. Tidak ada yang pulang. Ini membuktikan bahwa cinta terhadap syiar Islam dan rasa kebersamaan di Desa Tandem Hilir I masih sangat kuat,” ujarnya dengan nada haru.
Harapan untuk Generasi Muda
Pemerintah Desa Tandem Hilir I berharap, tradisi pawai obor ini dapat terus lestari. Selain sebagai media dakwah, acara ini dinilai efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Islami.
“Kami ingin anak-anak muda kita belajar bahwa ibadah dan syiar bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga,” harap Pj Kepala Desa.
Di tengah guyuran hujan, wajah-wajah warga tampak bersinar bahagia. Mereka pulang dengan membawa kenangan manis tentang malam takbiran yang penuh makna, membuktikan bahwa iman dan kebersamaan jauh lebih hangat daripada dinginnya air hujan.
(Warianto)
