Top 5 This Week

Related Posts

Alumni FP USK Kota Sabang Kutuk Brutal Pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian USK |

BREAKING NEWS  : KOMPAS.SBS.

Alumni FP USK Kota Sabang Kutuk Brutal Pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian USK

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || Kota Sabang | 24 Mei 2026 — Aksi pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK) mendapat kecaman keras dari kalangan alumni Fakultas Pertanian USK Kota Sabang. Tindakan tersebut dinilai sebagai aksi brutal dan tidak beradab yang telah mencoreng marwah dunia akademik, merusak aset negara, serta menghancurkan fasilitas pendidikan dan penelitian yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh.

Kecaman itu disampaikan oleh alumni Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian USK angkatan 1998, Widya, SP., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang.

Widya menegaskan, gedung dan laboratorium yang dibakar bukan sekadar bangunan biasa, melainkan pusat lahirnya riset, pengembangan ilmu pengetahuan, serta tempat mahasiswa dan dosen membangun masa depan dunia pertanian Aceh.

“Atas nama Alumni Fakultas Pertanian USK Kota Sabang, kami mengutuk keras dan mengecam tindakan pembakaran Gedung dan Laboratorium Tanah serta GIS Fakultas Pertanian USK. Ini bukan hanya aksi perusakan fasilitas kampus, tetapi juga tindakan yang telah mencederai kehormatan dunia pendidikan dan intelektual,” ujar Widya,Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, aksi tersebut telah menimbulkan kerugian besar, baik secara material maupun akademik. Sejumlah fasilitas penting seperti laboratorium penelitian, perangkat komputer, dokumen akademik, data penelitian, hingga hasil riset ilmiah yang dibangun selama bertahun-tahun dilaporkan ikut hangus terbakar.

Ia menilai, dampak paling besar dari tragedi itu akan dirasakan langsung oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian, praktikum, maupun penyusunan skripsi dan tugas akhir.

“Yang terbakar bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga hasil kerja keras, penelitian, dan harapan banyak mahasiswa serta dosen. Ini menjadi pukulan besar bagi dunia pendidikan dan keberlangsungan aktivitas akademik di Fakultas Pertanian USK,” katanya.

Widya juga menegaskan bahwa perbedaan pendapat di lingkungan kampus merupakan bagian dari dinamika intelektual yang sehat. Namun, menurutnya, ketika perbedaan itu diselesaikan melalui aksi anarkis dan pembakaran fasilitas negara, maka tindakan tersebut sudah tidak bisa ditoleransi.

“Perbedaan pandangan dalam dunia akademik adalah hal biasa. Akan tetapi, ketika disikapi dengan tindakan kekerasan dan pembakaran aset pendidikan, maka itu bukan lagi bentuk perjuangan, melainkan tindakan barbar yang merusak marwah kampus dan mencederai nilai-nilai intelektual,” tegasnya.

Lebih lanjut, Widya mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku agar memberikan efek jera dan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
Selain proses hukum, ia juga meminta pihak kampus menjatuhkan sanksi akademik tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.

“Kami berharap pelaku diproses secara hukum dengan tegas dan diberikan sanksi akademik apabila terbukti terlibat. Jangan biarkan tindakan seperti ini merusak nama besar Universitas Syiah Kuala yang selama ini dikenal sebagai ‘Jantoeng Hatee Rakyat Aceh’,” pungkasnya.

Peristiwa pembakaran Gedung dan Laboratorium Fakultas Pertanian USK kini menjadi perhatian serius berbagai elemen masyarakat Aceh. Banyak pihak menilai aksi tersebut bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan pendidikan, penelitian, dan masa depan generasi akademik di Aceh.

-Reporter/Perss Media KOMPAS.SBS.-Wilayah Sabang : MJ Novi Karno 

-Sumber/Photo : Widya Sabang

-Rilis/RedaksiNasional : KOMPAS.SBS.

Popular Articles