_Kepala Sekolah SMA Bukit Asam: Sudah Surati SPPG Tapi Tak Ada Balasan Tertulis. Nama Yayasan Mitra Masih Ditutupi, Hanya Sebut “Zulkani Efendi”_
TERAS BERITA
*MUARA ENIM* – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanjung Enim tercoreng. Lauk daging ayam dari Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002 yang dikirim ke SMA Bukit Asam ditemukan mengandung *telur lalat dan belatung*. Parahnya, Kepala SPPG Ikhsan mengaku *tidak berwenang mengeluarkan surat resmi* karena kewenangan itu ada pada *Yayasan Mitra* yang identitasnya belum diungkap
Dugaan pelanggaran berat standar keamanan pangan program MBG. Menu daging ayam yang didistribusikan Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002 ke SMA Bukit Asam ditemukan *mengandung telur lalat dan belatung* oleh siswa. Pihak sekolah telah melayangkan surat resmi namun tidak mendapat balasan tertulis. Kepala SPPG berdalih tidak berwenang menjawab resmi karena statusnya hanya “pelaksana lapangan” dari Yayasan Mitra.
-Korban Siswa SMA Bukit Asam, Tanjung Enim.
Terduga : Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002, Perumahan Devros Tegal Rejo RT 14. Kepala SPPG: *Ikhsan*.
– *Saksi Kunci*: Kepala SMA Bukit Asam, *Tenny Dahyani, http://S.Pd., http://M.Pd.*
– *Nama yang Disebut*: *Zulkani Efendi*, diklaim sebagai “mitra” oleh Kepala SPPG. Nama yayasan mitra resmi belum dibuka.
– *Pengawas*: Tim Media dan Ormas Komunitas Peduli Kepentingan Masyarakat Muara Enim (KPK-ME). Komandan KPK-ME: *Ahmad Nangwi alias Jangkok*.
Temuan makanan berbelatung : *Senin, 27 April 2026*.
Surat resmi sekolah ke SPPG*: Dikirim setelah temuan, akhir April 2026.
– *Klarifikasi media & KPK-ME*: *Mei 2026*.
– *Lokasi distribusi & temuan*: SMA Bukit Asam, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul.
– *Lokasi dapur terduga*: Dapur SPPG Tegal Rejo Lawang Kidul #002, Perumahan Devros Tegal Rejo RT 14, Kelurahan Tanjung Enim.
MENJADI SOROTAN?*
1. *Ancaman Kesehatan*: Telur lalat dan belatung pada makanan berisiko menyebabkan keracunan dan infeksi pada siswa.
2. *Tidak Ada Pertanggungjawaban Tertulis*: Sekolah khawatir terhadap keamanan pangan siswa, namun SPPG tidak memberikan jawaban resmi berkop.
3. *Ketidaktransparanan Mitra*: Kepala SPPG Ikhsan menyatakan hanya “pelaksana lapangan” dan yang berhak menjawab resmi adalah *Yayasan Mitra*. Namun saat ditanya nama yayasan, Ikhsan tidak memberi jawaban jelas dan hanya menyebut nama *Zulkani Efendi*.
4. *Dugaan Langgar Aturan*: *Peraturan BGN No. 1/2025* mewajibkan setiap SPPG memiliki *Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Dinkes* dan *transparan soal identitas pengelola*. Menjawab lewat WhatsApp dan menutupi nama yayasan berpotensi melanggar SOP.
1. *Temuan Siswa*: Senin (27/4/2026), siswa SMA Bukit Asam menemukan telur lalat dan belatung pada lauk daging ayam MBG. Siswa langsung melapor ke pihak sekolah.
2. *Surat Resmi Sekolah*: Kepala SMA Bukit Asam, Tenny Dahyani, http://S.Pd., http://M.Pd., langsung melayangkan surat resmi ke SPPG Tegal Rejo #002 untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. _”Kami sudah melayangkan surat resmi terkait masalah ini, namun sampai saat ini belum ada jawaban resmi tertulis,”_ tegas Teny kepada media dan Tim KPK-ME.
3. *Klarifikasi ke SPPG*: Saat dikonfirmasi di dapur, Kepala SPPG Tegal Rejo #002, Ikhsan, mengklaim surat dari SMA Bukit Asam sudah dibalas via WhatsApp. Ikhsan berdalih, _”Yang berhak mengeluarkan surat hanya Yayasan Mitra. Kami di SPPG sifatnya pelaksana lapangan.”_
4. *Identitas Yayasan Misterius*: Ketika didesak SPPG Tegal Rejo #002 bermitra dengan yayasan mana, Ikhsan tidak menjawab gamblang. Ia hanya menyebut nama *Zulkani Efendi* sebagai mitranya, tanpa menyebut badan hukum yayasan.
5. *Sikap Sekolah*: Hingga kini pihak sekolah masih menunggu jawaban resmi tertulis sebagai dasar tindak lanjut ke Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.
*PERNYATAAN TEGAS:*
Komandan KPK-ME, Ahmad Nangwi alias Jangkok, mendesak audit total. _”Ini nyawa anak sekolah. Kalau SOP dilanggar dan yayasannya ditutup-tutupi, BGN dan Kejari harus turun. Kalau terbukti, tutup saja SPPG Tegal Rejo #002,”_ tegas Jangkok.
Redaksi telah berupaya meminta kontak resmi Yayasan Mitra kepada Kepala SPPG Ikhsan untuk konfirmasi berimbang, namun belum diberikan hingga berita ini diturunkan.
*Reporter: Tim Investigasi*
*Muara Enim, 11 Mei 2026*

