*MUARA ENIM* – Suasana mencekam sempat menyelimuti kawasan PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam. Kepulan asap hitam dari ban terbakar, teriakan massa yang menuntut hak, hingga aksi saling dorong dengan petugas keamanan mewarnai simulasi penanggulangan unjuk rasa yang digelar di lingkungan objek vital nasional tersebut.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam dengan Polres Muara Enim. Tujuannya jelas: mengasah kemampuan dan kesiapsiagaan Satuan Pengamanan (Satpam) melalui pelatihan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan simulasi pengendalian massa yang realistis.
*Pentingnya Profesionalisme Satpam di Objek Vital*
Manager PT PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, Fachmi Wibowo, dalam sambutannya menegaskan betapa krusialnya pelatihan ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada Polres Muara Enim atas dukungan penuh yang diberikan.
“Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme satuan pengamanan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya saat terjadi gangguan keamanan di lingkungan kerja,” ujar Fachmi.
Sesi TPTKP dipandu langsung oleh Aiptu Saipul Waka. Dengan tegas, ia membekali para peserta pemahaman mendalam tentang langkah awal saat menemukan tindak pidana: mulai dari mengamankan TKP, menjaga barang bukti, hingga mekanisme pelaporan yang cepat dan tepat.
*Skenario Mencekam: Gaji Telat 2 Bulan, Massa Mengamuk*
Memasuki sesi simulasi, situasi berubah drastis. Skenario yang diangkat sangat dekat dengan realita: keterlambatan pembayaran gaji tenaga kerja selama dua bulan.
Puluhan orang yang berperan sebagai massa buruh berkumpul di depan pintu masuk. Mereka menyuarakan tuntutan dengan lantang: “Bayarkan gaji kami! Keluarga kami mau makan!”
Suasana kian panas. Ban dibakar, asap membubung, aksi dorong dengan petugas keamanan tak terhindarkan. Satpam dengan sigap membentuk formasi, memberikan imbauan persuasif agar massa tidak anarkis. Chief Security segera melaporkan perkembangan situasi kepada manajemen sesuai prosedur.
*Eskalasi Naik, Dalmas dan AWC Polres Diterjunkan*
Ketika negosiasi buntu dan lemparan mulai terjadi, Tim Dalmas Polres Muara Enim tiba di lokasi. Dipimpin langsung Kasat Samapta AKP Lukman Hartono, S.H., didampingi Team Leader K3 perusahaan Ali Romico, pengendalian massa diambil alih.
Pergantian dari Dalmas Awal ke Dalmas Inti berlangsung cepat dan terukur. Upaya negosiator meredam emosi massa dilakukan, namun situasi sudah memasuki fase kritis. Sesuai Protap, kendaraan taktis _Armoured Water Cannon_ (AWC) akhirnya diterjunkan.
Semburan air bertekanan tinggi diarahkan ke titik kumpul massa. Konsentrasi kerumunan pecah, massa pun mundur dan membubarkan diri. Situasi berangsur kondusif dan terkendali.
*Kapolres: Simulasi Cermin Kesiapan Hadapi Realita*
Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang, menyebut simulasi ini sebagai edukasi penting bagi seluruh personel.
“Simulasi ini bertujuan memberikan gambaran nyata kepada satuan pengamanan tentang bagaimana menghadapi situasi unjuk rasa yang berpotensi anarkis, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sesuai SOP,” jelas AKP RTM Situmorang.
Ia menambahkan, kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat. Diharapkan, latihan ini membuat personel pengamanan semakin profesional, sigap, dan mampu menjaga stabilitas keamanan di lingkungan kerja.
“Simulasi ini bukan sekadar latihan, melainkan cerminan kesiapan menghadapi realita. Keamanan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan disiplin, koordinasi, dan keberanian,” tutupnya.
(Jms/ Nas)

