Top 5 This Week

Related Posts

LEP Kabupaten Buru Apresiasi Ketegasan Kapolres Tertibkan Tambang Ilegal

 

Langkah tegas yang diambil Kapolres Buru, AKBP. Sulastri Sukidjang, SH.S.I.K.MM, dalam menertibkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Nona dan Waramsiat mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Lembaga Ekologi Pembangunan Kabupaten Buru.

Ketua LEP, Chairul Syam, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat kepolisian yang dinilai berani dan tepat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah dampak sosial yang lebih luas.

“Ini langkah yang sangat kami apresiasi. Penertiban PETI bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya menyelamatkan lingkungan dan masa depan masyarakat Buru,” ujar Chairul Syam, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, aktivitas tambang ilegal selama ini telah menimbulkan kerusakan serius, terutama pada kawasan hutan dan aliran sungai di sekitar Gunung Nona dan Waramsiat. Selain itu, penggunaan bahan berbahaya dalam proses penambangan juga berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan warga.

Chairul menegaskan bahwa ultimatum yang disampaikan Kapolres Buru harus dipatuhi oleh seluruh penambang ilegal tanpa pengecualian. Ia juga berharap langkah ini tidak berhenti pada pemasangan spanduk, tetapi diikuti dengan pengawasan ketat dan tindakan hukum bagi pelanggar.

“Kami berharap aparat konsisten. Jika masih ada yang membandel, harus ada penindakan tegas agar memberikan efek jera,” tambahnya.

LEP Kabupaten Buru juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dan kepolisian dalam menertibkan aktivitas PETI, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan legal.

Dengan adanya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat sipil, diharapkan kawasan Gunung Nona dan Waramsiat dapat kembali pulih dari kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal.

Popular Articles