Kamis, April 16, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Diduga Dijebak, Seorang Pemuda Di Pontianak Mengaku Dikeroyok 8 Orang di Warkop  Kartulistiwa Plazza

Kalbar, Pontianak– Insiden dugaan pengeroyokan terhadap seorang pemuda terjadi di kawasan Warkop katulistiwa Plaza Kecamat tan Pontianak Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/04/2026) siang.

 

Korban berinisial AP, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, mengungkapkan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seseorang sekitar pukul 11.00 WIB dan diminta untuk datang ke kawasan Gajah Mada.

 

Dalam keterangannya, korban juga menyebut bahwa panggilan tersebut diduga berasal dari seorang oknum anggota kepolisian aktif yang bertugas di salah satu Polsek di wilayah Kota Pontianak, berinisial (TE), yang menghubunginya melalui pesan singkat WhatsApp.

 

“Jadi bang, bos ini telefon saya jam 11 siang. Tiba-tiba saya disuruh datang ke Gajah Mada,” ungkap AP.

 

AP menjelaskan, sebelum berangkat ia sempat meminta waktu untuk bersiap. Setelah itu, ia mencoba menentukan lokasi pertemuan di beberapa tempat, mulai dari warung kopi di Jalan Siam hingga sebuah kafe. Namun, ajakan tersebut terus ditolak oleh pihak yang menghubunginya dengan alasan lokasi terlalu ramai.

 

“Saya ajak di warung kopi enam di Jalan Siam, dia tak mau. Saya ajak ke kafe Utama Rasa, dia juga tak mau. Katanya ramai. Lalu dia ngajak ke satu tempat lagi, tapi kemudian pindah lagi ke lokasi lain,” jelasnya.

Setelah beberapa kali berpindah lokasi, korban akhirnya mendatangi tempat yang telah disepakati. Namun setibanya di lokasi, ia mengaku terkejut karena sudah ada sejumlah orang yang menunggu.

 

“Begitu saya sampai dan salam, rupanya sudah ada sekitar delapan orang. Saya langsung dipukul. Saya heran, tidak tahu apa kesalahan saya,” tegas AP.(korban)

 

Korban juga menyebutkan adanya informasi yang beredar terkait dugaan motif kejadian tersebut, yang diduga berkaitan dengan persoalan penarikan kendaraan dan melibatkan beberapa nama. Namun demikian, ia mengaku belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

 

Sementara korban (AP)di rawat di rumah sakit Antonius untuk mengobatan lebih etensif dan akan segera visum,korban mengalami luka pada mulut,kepala bagian belakang yang diduga di pukul mengunakan kursi sehingga sampai sekarang korban di rawat inap di RSUD Antonius.

 

“Informasinya ada kaitan dengan masalah mobil yang ditarik. Katanya ada nama Kosar, mantan polisi, lalu ada juga Robert dan lainnya. Tapi ini masih belum jelas,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua DPD LPM Kota Pontianak yang juga Panglima Muda Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat, Ishak, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menempuh jalur damai dalam kasus ini.

 

“Tidak ada damai untuk kasus pengeroyokan yang diduga sudah direncanakan ini. Kami minta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku,” tegas Ishak.

 

Ia juga menyampaikan bahwa laporan terkait kejadian tersebut telah disampaikan secara lisan kepada pihak kepolisian dan saat ini pihaknya menunggu tindak lanjut.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polresta Pontianak, tinggal menunggu tindakan dari aparat kepolisian,” ujarnya.

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Humas Polresta Pontianak melalui perwakilannya, Wagitri, menyatakan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan resmi yang masuk terkait peristiwa tersebut.

 

“Untuk laporan resmi, belum ada,” ucapnya singkat.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun kronologi lengkap kejadian. Informasi mengenai keterlibatan oknum aparat berinisial (TE) masih bersifat dugaan dari keterangan korban dan memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. Kasus ini masih menunggu proses pelaporan resmi serta penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.

 

Sumber : Korban AP.

(Red/Danil.A)

Popular Articles