Senin, April 13, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Proyek Rehabilitasi Gedung Kantor Ketahanan Pangan Memicu Tanda Tanya

*

Subang – Pemerintah Kabupaten Subang (Pemkab) Subang pada tahun 2026 memang sedang gencar mendorong pembangunan diberbagai bidang dengan tema besar “Subang ngabret Karya nyata Mewujudkan Subang Unggul Maju Kompetitif Sejarahtera dan Religius “.
Pembangunan ini mencakup infrastruktur, ekonomi dan pelayanan publik.
Salah satu program yang direncanakan pada tahun 2026 adalah kegiatan rehabilitasi gedung kantor Dinas Ketahanan panganan.

Berdasarkan data laman,LPSE Kabupaten Subang, proyek rehabilitasi Kantor ketahanan panganan memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp 143.523.350 Dalam kontrak pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan sejak 25 Maret 2026 Dengan pemenang tender oleh CV.Adistara Sriwijaya Konstruksi, yang beralamat di kampung Cileley.

Namun hasil pantauan awak media dilokasi Kamis (9/4/2026) menunjukkan kondisi yang janggal.
Hingga saat ini belum terlihat adanya aktivitas pekerjaan sama sekali dilokasi proyek,fakta ini pun mencul berbagai pertanyaan dikalangan publik, salah satunya Akim Seketaris LSM Bhineka Subang
Mengatakan jika proyek mengalami perubahan, wajib dilakukan adendum kontrak (surat tambahan perjanjian) yang disepakati oleh semua pihak (pengguna dan penyedia) perubahan tertulis.
Ini krusial untuk mengubah volume, spesifikasi teknis, jadwal atau nilai kontrak (maksimal tambahan 10 ℅) agar tetap sah secara hukum, perubahan lisan tidak diakui ujarnya.

Diketahui saat ini jabatan kepala Dinas Ketahan panganan masih diisi oleh plt (pelaksana Tugas), Yakni, Rahmat. kondisi ini diduga turut memengaruhi proses pengambilan kebijakan.

Akim juga mengatakan spekulasi bahwa pihak pelaksana proyek diduga belum siap secara finisial untuk memulai pekerjan.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Dinas Ketahan panganan baik, plt kepala Dinas maupun PPK (pejabat pembuat komitmen) belum dapat diminta keterangan resmi terkaiat belum dimulai proyek tersebut.

Akim, berharap adanya transparansi dan penjelasan dari pihak terkaiat agar tidak ada menimbulkan negatif, terutama terkaiat penggunaan anggaran daerah pungkasnya.

 

Reporter : Kompas SBS
D. Jekiw.

Popular Articles