KARO SUMUT,Kompas.SBS| Pasar Tradisional Pajak Roga yang terletak di Jalan Djamin Ginting’s Desa Rumah Berastagi adalah pusat grosir sayur mayur dan buah buahan terbesar di Berastagi Kabupaten Karo, tempat ini menjadi hubungan utama bagi pedagang untuk membeli komoditas pertanian dan jumlah besar dari pertanian sebelum dijual kembali, istilah ” Pajak” di Sumatera Utara.
Pajak Roga Berastagi ini disibukkan setiap hari, dan para pembeli yang dari luar Tanah Karo, setiap hari datang, begitu juga petani juga berbondong bondong membawa hasil panen mereka ke Pajak Roga yang memang terletak strategis dan mudah dijangkau.
Untuk lebih efektif dan mencukupi kebutuhan pasar, para pelaku pasar yang beraktivitas bermohon kepada Pemilik Tanah Pasar Roga agar aktivitas Pajak Roga beroperasi setiap hari, dan pengurus pasar pajak roga dan Pemilik Tanah pun melayangkan surat permohonan ke Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo.
Namun baru baru ini ada himbauan dan sosialisasi dari Pemerintah agar pelaku pasar membawa barang daganganya ke Pasar Pajak Lau Gendek, hal ini membuat para pelaku pasar di Pajak Roga tidak setuju dan menolak keras.
Hal ini diutarakan salah seorang warga Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara, A Karo- Karo (48), Minggu (05/04/2026) di Pajak Roga, dibukanya Pajak Roga mulai dari Senin sampai Minggu, sangat membantu masyarakat, pedagang dan petani, ini hal yang positif, terkhusus hari Minggu ini sangat memberikan kenyamanan.
Salah satu pembeli sayur mayur ( Perkoper) BRB (52) Warga Simpang Ujung Aji, Rumah Berastagi Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara saat ditanya bagaimana kalau Pajak Roga tidak beroperasi Hari Minggu, dengan tegas dia sangat keberatan, menurutnya pajak roga luas dan nyaman, dipastikan pembeli ( perlangsung) datang, kami bisa menjual ke mereka, kalau Pajak Roga tidak beroperasi hari Minggu, saya memilih tidak ke pajak, kalau sekarang pulang gereja, saya bisa kepajak.” Ungkapnya.
Saat dikonfirmasi para pekerja tukang sorong dan tukang bongkar muat, mewakili mereka Bambang Setiawan Munthe (36) sangat senang bila pajak roga dibuka setiap hari, terlebih hari minggu, kami nyaman dan aman disini, bekerja, saya sudah 10 tahun bekerja mulai dari tahun 2016, kami tidak pernah diperlakukan yang tidak baik, jadi kami minta Pajak roga tetap beroperasi setiap hari.” Ungkapnya yang diamini oleh teman temannya.

Mewakili pekerja tukang kilo, yang ada 37 setiap perwakilan, Ronald Mburak Ginting, kami sangat senang kalau aktivitas Pajak Roga beroperasi setiap hari, ini Incume juga bagi kami disini kamu nyaman, terkait adanya kegiatan operasi di Hari Minggu, ini juga inisiatif kami pelaku pasar, yang bermohon ke Pemilik lahan dan pengurus pasar pajak roga, dibukanya hari minggu, lebih banyak diuntungkan, semakin besar peluang bagi pelaku bisnis.” Tegasnya.
PS (47) seorang Petani mengatakan kalau setiap hari ada operasi Pajak Roga, kami sangat senang, berarti setiap ada dagangan kami bisa setiap hari dibawa kepajak dan kalaupun nanti sedang murah dan tidak laku, kami tidak perlu sangat takut, besok bisa kembali dijual walau pasti ada kerugian sedikit, tapi dulu kalau saya bawa hari sabtu, ya pasti takut tidak laku, busuklah kalau senin dijual, artinya kami petani pasti mendukung kalau setiap hari pajak roga dibuka.”Katanya.

Pengurus dan pengelola Pajak Roga sangat kecewa dengan adanya sosialisasi dan arahan dari Pemkab Karo ini, mereka mendapat laporan dari para pedagang, pembeli yang tergabung di Pajak Roga.
Tambak Tarigan salah satu pengurus Pajak Roga, meminta kepada Pemkab Karo dalam meningkatkan ekonomi rakyat tidak ada penekanan, jangan sempat para pelaku pasar merasa terganggu, kami mempersilahkan setiap pajak tradisional itu buka setiap hari, serahkan kepada petani, pedagang maupun bongkar muat dan tukang sorong memilih dimana mereka beraktivitas, petani mau dimana dia jual barangnya ya silahkan, jangan ada unsur keterpaksaan, apalagi mendapat intervensi dan intimidasi, seharusnya kita memberikan mereka kenyamanan.” Ujar Tambak didampungi Darman Purba dan Yudha Purba.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Daniel Bangun, Pemerihtah harus bijak dan mempunyai terobosan bukan menganggu yang sudah ada, ini kan pasti ada yang dirugikan.” Katanya.

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disprindag) Kabupaten Karo, Sarjana Purba, STP, M.M, melalui WhatsApp,Minggu (05/04//2026) sekira pukul 11.43 Wib, oleh awak Media mengatakan ada rencana kegiatan sosialisasi agar menghimbau para pedagang membawa dagangan mereka ke Stand Pajak Lau Gendek, pada Hari Minggu.
Pantauan Media di Pajak Roga Berastagi Minggu (05/04/2026) tambah sore makin rame, dan padat terlihat aktivitas mobil pengangkut barang keluar masuk dan para pembeli pun terlihat sibuk melakukan negoisasi dengan pedagang, ada juga hiburan keyboard, sehingga siapapun yang mau bernyanyi dipersilahkan untuk menghilangkan penat dan kecapekan.
Reporter : ERIANTO PERANGIN-ANGIN.

