Kamis, Maret 26, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Penuh Kerukunan dan Kekeluargaan, Pesemetonan Paiketan Agung Jero Kuta Rayakan HUT Ke-21

KOMPAS.SBS # Denpasar – Bali || Di tengah tantangan yang semakin kompleks, Paiketan Semeton Agung Jero Kuta (SAJK) terus menunjukan eksistensinya dalam mempererat tali persatuan.Hal ini dibuktikan dengan menyelenggarakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21, pada Rabu, 25 Maret 2026, di Jero Gede Lanang Pededekan Belong, Denpasar.

Perayaan HUT ke-21 ini, turut dihadiri oleh Penglingsir Puri Agung Denpasar, Ida Pengelingsir Agung Putra Jambe Pemecutan, Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, serta seluruh SAJK yang tersebar di 23 jero yang ada di Kota Denpasar, Badung dan Gianyar.

Dalam kesempatan tersebut, Kelihan Semeton Agung Jero Kuta, Ir. Anak Agung Kartika menjelaskan, bahwa organisasi ini memiliki visi yaitu meningkatkan harkat dan martabat pasametonan, yang dilandasi oleh Tri Hita Karana, agama Hindu, serta Tat Twam Asi.

Selain itu, lanjut Agung Kartika, dalam menjalankan roda organisasi, Semeton Agung Jero Kuta juga memiliki program kerja yang berkaitan dengan “Panca Yadnya”.

“Itulah landasan dasar dari organisasi kita, dan tetap berdasarkan pada Pancasila serta UUD 1945.

Ini merupakan fondasi kita untuk menjalankan roda organisasi. Program-program kita yang mendasar adalah Panca Yadnya, seperti Manusa Yadnya, Rsi Yadnya, Bhuta Yadnya, Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya,” ujar Agung Kartika.

Lebih lanjut Agung Kartika menyebutkan, bahwa ada tiga keputusan yang merupakan Bhisama Paiketan Semeton Agung Jero Kuta.

Pertama, seluruh SAJK yang berjumlah 713 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 3.500 jiwa wajib “ngayah” saat melangsungkan upacara atau odalan di Pamerajan Kawitan Puri Agung Jro Kuta.

Kedua, sebagai bukti konsisten dalam pasemetonan juga dilaksanakan doa bersama ketika ada salah satu keluarga yang meninggal dunia.

Dan ketiga, tentunya berkaitan dengan program kerja yang berkaitan dengan sosial, adat dan ekonomi.

“Mudah-mudahan nanti paiketan ini bisa membangun fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada, sehingga mampu berkompetisi di era yang serba modern ini.

21 tahun ini kita sudah dewasa, sehingga rasa persatuan dan rasa kekeluargaan kita semakin erat dan solid.

Kami juga berharap agar generasi berikutnya juga bisa melanjutkan daripada program-program paiketan,” tegas Agung Kartika.

Sementara itu, Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya berpesan, agar tali persaudaraan dalam pasemetonan tetap terjaga selamanya.

Di Tengah tantangan yang dihadapi saat ini, ia mengajak seluruh semeton untuk tetap berpegang teguh pada prinsip, bahwa Pamerajan Kawitan terletak di Pamerajan Agung Puri Agung Jro Kuta.

“Di usia yang ke-21 tahun ini, semoga Paiketan Semeton Agung Jero Kuta yang tersebar di 23 jero ini semakin mempererat persaudaraannya. Dengan prinsip satu kawitan tersebut,

Menandakan bahwa kita sudah memiliki persatuan dan kesatuan dalam pasemetonan,” ungkap pria yang akrab disapa Turah Joko ini.

Acara juga diisi pemberian penghargaan kepada para tokoh Semeton Agung Jero Kuta yang sudah “dewata”.

Puncak perayaan HUT ke-21 Paiketan Semeton Agung Jero Kuta ditandai dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin. (Bud)

Popular Articles