POLRES SABANG NYATAKAN PERANG TERBUKA TERHADAP JUDI ONLINE, TEGASKAN DUKUNGAN PENUH PROGRAM ASRI PRESIDEN Prabowo Subianto
MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || SABANG, ACEH – 19 Februari 2026 — Suara tegas datang dari ujung barat Indonesia. Polres Sabang menyatakan komitmen kuat memerangi praktik perjudian online yang dinilai kian mengancam stabilitas sosial masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program nasional ASRI (Aman, Sejuk, Rapi, dan Indah) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataan resminya, Kasatreskrim Polres Sabang, Iptu Dr. Junaidi, M.S.M., M.H., menegaskan bahwa menjaga Sabang tetap aman dan bermartabat bukan semata tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Sabang adalah beranda Aceh dan etalase Indonesia di mata dunia. Keindahan alam saja tidak cukup. Stabilitas keamanan, ketertiban sosial, dan integritas moral masyarakat adalah fondasi utama,” tegasnya dengan nada serius.
Menurutnya, konsep Sabang ASRI tidak hanya berbicara tentang kebersihan pantai, tata kota, dan estetika lingkungan. Lebih dari itu, ASRI juga mencerminkan ketahanan sosial dari berbagai ancaman gangguan kamtibmas, termasuk maraknya perjudian berbasis daring yang kini menyasar lintas generasi.
Ia menilai, judi online telah berkembang menjadi ancaman sistemik. Dampaknya tidak hanya pada kerugian finansial, tetapi juga memicu konflik keluarga, meningkatkan potensi tindak pidana turunan, hingga merusak masa depan generasi muda.
“Perjudian online bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini ancaman nyata terhadap ketahanan keluarga dan moral masyarakat. Kita tidak boleh lengah,” ujarnya.
Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.ST.I., M.M., M.Mar., M.Tr.SOU., M.Han., melalui Kasatreskrim Polres Sabang,Iptu Dr.Junaidi,M.S.M.,M.H.,Menekankan bahwa pendekatan penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, terukur, dan berkelanjutan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa efektivitas pemberantasan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
Budaya saling mengingatkan, penguatan nilai keagamaan, serta keberanian melaporkan aktivitas mencurigakan disebut sebagai langkah konkret membangun benteng sosial di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Jika kita ingin Sabang tetap aman, nyaman, dan berkelas dunia, maka kita harus berani menolak segala bentuk penyakit sosial. Sabang adalah kebanggaan kita bersama,” pungkasnya.
Dengan sinergi kuat antara aparat dan masyarakat, Sabang diyakini tidak hanya akan tampil sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai kota yang tegas, berintegritas, dan menjadi contoh ketahanan sosial di tingkat nasional.
~Reporter Perss Kompas.sbs –Aceh-Novi Karno
~Sumber -Kasatreskrim Polres Sabang
~RedaksaiNasional-KOMPAS.SBS.

