Rabu, April 1, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

LSM Dobrak Desak Tutup Permanen, Jangan Sampai Rakyat Yang Segel Toko Miras Di Subang

LSM DOBRAK Desak Tutup Permanen: “Jangan Sampai Rakyat yang Segel Sendiri Toko Miras Di Subang!”

Subang – Gelombang kemarahan masyarakat Kabupaten Subang mencapai titik nadir. Pasca meninggalnya korban ke-11 di Jalancagak dan isu keterlibatan oknum ASN PUPR dalam tragedi miras oplosan Februari 2026 ini, suara perlawanan mulai mengkristal.

​Ketua Umum LSM DOBRAK, Dedi Ediansyah, angkat bicara dengan nada keras menanggapi ketidaktegasan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah membiarkan toko-toko miras tetap melenggang bebas beroperasi di seputar Kota Subang walaupun korban sudah banyak berjatuhan.

​Dedi Ediansyah menegaskan bahwa penangkapan bandar yang dilakukan beberapa waktu lalu tidak memberikan dampak apa pun selama toko-toko di lapangan masih dibiarkan buka.

​”Kami dari LSM DOBRAK melihat ada sandiwara hukum yang terus berulang. Bandar ditangkap, tapi barangnya masih melenggang bebas di toko-toko seputar kota. Ini membuktikan bandar di Subang itu ‘kebal hukum’ atau memang hukumnya yang sengaja dibuat mandul?” ujar Dedi Ediansyah kepada media, Senin (16/2).

​Ia menambahkan bahwa jika penegakan hukum benar-benar serius, jatuhnya korban pertama seharusnya sudah cukup untuk meratakan seluruh lapak miras ilegal, bukan menunggu hingga korban ke-11.

​Kabar mengenai adanya korban dari kalangan ASN Dinas PUPR Subang juga tak luput dari perhatian LSM DOBRAK. Dedi menilai hal ini adalah puncak dari gunung es kegagalan pengawasan di Subang.

​”Jika benar ada ASN yang jadi korban, ini adalah tamparan keras bagi Bupati dan jajaran kepala dinas. Ini bukti bahwa miras oplosan sudah merasuk ke jantung birokrasi karena saking mudahnya barang haram itu didapat di pusat kota,” tambahnya.

LSM DOBRAK mendesak agar seluruh titik penjualan miras di wilayah Subang Kota dan Jalancagak segera disegel secara permanen dalam waktu singkat.

​”Jangan salahkan masyarakat jika nanti rakyat yang bergerak sendiri menyegel dan membubarkan toko-toko miras itu. Kami bosan mendengar janji razia yang hasilnya nihil. Kami butuh toko-toko itu tutup selamanya, bukan sekadar tutup saat ada petugas lewat!” Pungkas Dedi dengan nada emosional.

Popular Articles