Kamis, Maret 26, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Lapas Lhoksukon Perkuat Pendidikan Warga Binaan Bersama Disdik Aceh Utara dan PKBM Al-Azhar | Kompas.sbs.

Bangun Harapan dari Balik Jeruji, Lapas Lhoksukon Perkuat Pendidikan Warga Binaan Bersama Disdik Aceh Utara dan PKBM Al-Azhar

MEDIAKOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH
KOMPAS.SBS.-NEWS || LHOKSUKON, ACEH – 12 Februari 2026 — Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, secercah harapan terus dinyalakan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon menegaskan komitmennya membangun kualitas sumber daya manusia warga binaan melalui penguatan program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C.

Langkah strategis ini ditandai dengan pertemuan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Aceh Utara dan PKBM Al-Azhar Muara Batu yang berlangsung di Aula Lapas Lhoksukon,Kamis (12/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF) Disdik Aceh Utara serta Kepala Sekolah PKBM Al-Azhar, dan disambut oleh Kalapas Lhoksukon, Muhidfuddin, bersama jajaran.

Kalapas Muhidfuddin menegaskan bahwa pendidikan adalah hak konstitusional yang tidak boleh terhenti hanya karena seseorang sedang menjalani masa pidana.

“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tetap memiliki kesempatan memperbaiki masa depan. Pendidikan adalah jembatan perubahan. Status hukum bukan alasan untuk kehilangan hak belajar,” tegasnya.

Program Pendidikan Kesetaraan ini membuka akses bagi warga binaan yang sebelumnya putus sekolah untuk meraih ijazah setara SD (Paket A), SMP (Paket B), hingga SMA (Paket C). Lebih dari sekadar legalitas pendidikan, program ini menjadi fondasi penting untuk membangun kembali kepercayaan diri dan kesiapan sosial saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

Dalam forum koordinasi tersebut, Dinas Pendidikan Aceh Utara menyatakan dukungan penuh, mulai dari standarisasi kurikulum, sistem administrasi, hingga teknis pelaksanaan ujian agar tetap sesuai regulasi nasional.

Sementara itu, PKBM Al-Azhar Muara Batu sebagai mitra teknis akan menyediakan tenaga pendidik profesional dan modul pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi pembelajaran di dalam Lapas. Sistem belajar dirancang adaptif, tanpa mengurangi kualitas dan standar mutu pendidikan.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada keamanan dan kedisiplinan, tetapi juga pada transformasi intelektual dan karakter.

Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga melahirkan pribadi-pribadi yang lebih siap, lebih percaya diri, dan memiliki daya saing saat kembali ke masyarakat.

Di Lhoksukon, pendidikan kini menjadi simbol bahwa harapan tidak pernah benar-benar terkunci.

~Reporter Perss Kompas.sbs.-Aceh -Novi Karno 

~Sumber -Lapas Lhoksukon 

~RedaksiNasional-KOMPAS.SBS

Popular Articles