Kompas.sbs – Puluhan mahasiswa dari berbagai Universitas di Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Labuhanbatu Utara melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut pengusutan kasus dugaan pungutan liar (pungli) di RSUD Aek Kanopan, Selasa (3/2/26).
Dalam aksinya, mereka menuding adanya praktik pungli sebesar Rp 5 juta per orang untuk menjadi PPPK paruh waktu, Kordinator aksi, Ryan juga menyoroti dugaan keterlibatan Bupati Labuhanbatu Utara dan Dirut RSUD dalam kasus ini. Mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengangkatan PPPK paruh waktu.
Ratusan tenaga honorer kesehatan yang diminta atas dugaan praktik pengutipan uang tersebut kini semakin menjelma menjadi kejahatan terstruktur secara massal dan terang-terangan. Jika dugaan ini benar, maka aparat Penegak Hukum harus memanggil dan periksa Oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini” ujar Kordinator aksi, Ryan di Jakarta.
Ryan menilai, aksi demonstrasi ini merupakan bentuk protes atas pengangkatan PPPK paruh waktu di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang dinilai sarat kejanggalan dan dugaan korupsi.
