Sabtu, Maret 28, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Fungsi Trotoar Kembali ke Pejalan Kaki Wajah Baru Jalan Sultan Alauddin Setelah 20 Tahun

MAKASSAR –KOMPAS , Setelah dua dekade tertutup deretan lapak pedagang, trotoar di kawasan Jalan Sultan Alauddin tepatnya di depan Ruko Permata Sari kini mulai bernapas lega.

Pemerintah Kota Makassar resmi melakukan penataan ulang untuk mengembalikan hak pejalan kaki yang selama ini terabaikan.

Langkah ini bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan upaya besar untuk mengurai benang kusut tata kota di salah satu nadi utama Kota Daeng.

Bukan Sekadar Estetika, Tapi Urusan Nyawa dan Air

Penataan ini mengusung dua misi utama : kenyamanan mobilitas dan mitigasi banjir. Senin 02/02/2026

Selama 20 tahun terakhir, keberadaan lapak di atas trotoar dan drainase tidak hanya memaksa pejalan kaki bertaruh nyawa dengan melipir ke bahu jalan raya, tetapi juga menyumbat aliran air.

Dengan dibongkarnya bangunan di atas saluran tersebut, Pemkot Makassar kini bisa menormalisasi drainase secara maksimal guna menekan risiko genangan air yang kerap menghantui kawasan tersebut saat musim hujan.

Penertiban Humanis : Tanpa Ketegangan, Mengutamakan Dialog.

Satu hal yang patut diapresiasi dari aksi ini adalah pendekatannya yang jauh dari kesan represif. Sebanyak 19 lapak ditertibkan melalui proses yang sangat humanis.

Teguran Persuasif : Pemkot memberikan hingga empat kali teguran secara bertahap.

Pendampingan : Pihak kecamatan dan aparat terkait turun langsung memberikan pengertian kepada pedagang.

Pembongkaran Mandiri : Hasilnya, para pedagang dengan kesadaran penuh melakukan pembongkaran secara mandiri tanpa ada kericuhan di lapangan.

Solusi, Bukan Sekadar Penggusuran
Pemerintah Kota Makassar menyadari bahwa di balik lapak-lapak tersebut ada piring nasi yang harus tetap terisi.

Oleh karena itu, penataan ini dibarengi dengan solusi relokasi.
Pemerintah berkomitmen agar keindahan dan ketertiban kota bisa berjalan beriringan dengan keberlanjutan usaha masyarakat.

Dengan relokasi yang tepat, para pedagang diharapkan bisa tetap mencari nafkah di tempat yang lebih legal dan tidak mengganggu fasilitas publik.

Kini, Jalan Sultan Alauddin perlahan kembali ke fungsinya: sebuah ruang publik yang ramah, aman bagi pejalan kaki, dan siap menghadapi musim penghujan dengan saluran air yang lebih lancar.

 

 

Reporter. : Uchenk

 

 

Popular Articles